Beranda » Blog » 12 Tahapan Pembuatan Batik Tulis, Ternyata Inilah yang Membuat Harganya Mahal

12 Tahapan Pembuatan Batik Tulis, Ternyata Inilah yang Membuat Harganya Mahal

Diposting pada 22 October 2023 oleh griyatenun / Dilihat: 101 kali

12 Tahapan Pembuatan Batik Tulis, Ternyata Inilah yang Membuat Harganya Mahal

Tahap Pembuatan Batik Tulis  – Kain batik tulis merupakan warisan budaya tradisional Indonesia yang mendunia, yang tidak hanya disukai dan dikenakan oleh masyarakat Indonesia tetapi juga populer di belahan negara lain, seperti negara Asia, Eropa dan Amerika.

Batik tulis memiliki nilai dan harga yang jauh lebih tinggi daripada batik print atau cap dikarenakan proses pengerjaannya yang memakan waktu yang lebih panjang.

Pembuatan batik tulis

Tahap Proses Pembuatan Batik Tulis

Kisah panjang pembuatan batik dari awal sampai menghasilkan kain batik yang indah secara fisik tidak hanya dilakukan oleh satu orang pembatik yang duduk di bangku pendek yang melukisi kain kosong dengan lilin malamnya, tetapi pembuatan sehelai kain batik membutuhkan beberapa pembatik yang memang ahli dalam tiap proses pembuatan tahap demi tahap.

Berikut ini adalah 12 tahapan dalam proses pembuatan batik tulis untuk menghasilkan batik dengan kualitas tinggi. Simak ulassannya.

1. Nyungging

Nyungging merupakan langkah pertama dalam seluruh workflow pembuatan batik tulis. Istilah ini digunakan oleh para pembatik ketika mereka membuat pola di kertas.

Untuk Anda yang belum tahu, terdapat proses pembuatan rancangan pola di kertas sebelum batik tersebut dibuat. Proses ini mirip dengan pembuatan sketsa pada karya seni lukis lainnya.

Umumnya proses nyungging memakan waktu sekitar 15 menit hingga 1 jam. Tetapi ketika ingin membuat pola batik dengan tema atau pesan tertentu, para seniman pembatik bisa membutuhkan waktu hingga 1 minggu khusus untuk proses nyungging.

Baca Artikel :   Mengenal Batik - Sejarah Karakteristik, Jenis, Ragam dan Makna Motif  Yang Terkandung di Dalamnya

Mereka juga membuat lebih dari 1 pola dan saling membandingkan sebelum memutuskan ingin pakai pola yang mana.

2. Njaplak

Selanjutnya adalah proses njaplak atau menyalin pola yang sudah dibuat di kertas ke media kain. Proses perpindahan media dari kertas ke kain ini juga tidak semudah yang Anda kira.

Sebab meskipun sama-sama masih menggunakan pensil, tekstur ketika menggambar di kertas dan menggambar di kain sangat berbeda. Apalagi Anda tidak bisa menghapus di kain hingga bersih layaknya di kertas. Oleh karena itu, kami sarankan gunakan pensil yang tidak terlalu tebal seperti HB atau H.

Jangan lupa buat grid atau garis-garis pembantu agar pola yang digambar di kain bisa lebih rapi dan presisi seperti yang ada di kertas.

3. Nglowong

Sekarang kita masuk ke proses pembuatan batik tulis yang paling utama, yaitu nglowong. Dalam proses ini, Anda membutuhkan canting, alat berbentuk seperti teko yang terbuat dari kayu atau bambu dengan ujung lancip.

Canting diisi dengan malam kemudian digerakan mengikuti pola di kertas. Dalam membatik, Anda perlu berlomba dengan waktu. Sebab malam yang ada di canting akan segera mengeras jika tidak digerakan dengan cepat. Hal ini juga akan membuat hasil batik menjadi kurang bagus karena banyak yang putus.

Dan karena Anda bekerja dengan media kain yang luas, tangan yang memegang canting harus digerakan menggunakan sendi bahu. Beberapa orang perlu membiasakan dulu menggerakan tangan dari bahu karena terlalu sering menulis dengan menggerakan sendi pergelangan tangan.

4. Ngiseni

Tahap Selanjutnya adalah proses ngisen atau ngiseni. Proses ini sebenarnya cukup cepat dan mudah, karena Anda hanya perlu mengisi bagian-bagian yang kosong dalam pola.

Baca Artikel :   5 Cara Merawat Kain Batik Agar Warna Tetap Terjaga, Awet dan Tahan Lama

Misalnya dalam pola bunga, Anda perlu mengisi kelopak bunga dengan malam seluruhnya. Atau dalam pola hewan, mungkin akan ada beberapa bagian yang harus dipenuhi menggunakan lilin agar bentuknya semakin terlihat jelas.

Karena nantinya pola tersebut tidak bisa diberi warna khusus, Anda perlu membuat bisa menyampaikan bentuk dari pola tersebut hanya dengan silhouette.

5. Nyolet

Proses pembuatan batik tulis tradisional yang selanjutnya adalah nyolet atau memberi warna pada bagian kain tertentu.

Jadi sebelum nantinya dicelup ke cairan pewarna, Anda bisa memberi di bagian-bagian tertentu pada kain agar hasilnya menjadi lebih indah.

6. Mopok

Mopok merupakan salah satu langkah dalam proses pembuatan batik tulis dimana Anda menutupi bagian tertentu dalam pola yang tidak ingin diberi warna.

Proses ini juga dilakukan menggunakan malam. Tapi Anda tidak membutuhkan canting lagi, melainkan diganti dengan kuas yang lebih lebar agar prosesnya lebih cepat.

7. Nembok

Nembok juga mirip dengan mopok. Perbedaannya adalah mopok dilakukan untuk melapisi pola, sedangkan nembok berfungsi untuk melapisi latar belakang dalam kain. Keduanya sama-sama dilakukan agar bagian yang dilapisi tidak terkena cairan pewarna.

8. Ngelir/Nyelup

Proses pembuatan batik tulis yang selanjutnya adalah nyelup atau ngelir. Dikutip dari situs Brainly, langkah ini digunakan dalam proses pewarnaan pada kain batik.

Agar proses pewarnaannya lebih cepat, kain batik tulis akan langsung dicelupkan ke bak atau ember berisi air pewarna. Umumnya warna yang digunakan untuk kain batik adalah warna low saturation dan tidak terlalu mencolok. Misalnya coklat, hijau tua, ungu tua, merah, dan lain-lain. Kemudian kain dijemur hingga kering selama beberapa hari.

9. Nglorod

Langkah-langkah proses pembuatan batik tulis yang berikutnya adalah ngolorod. Di tahap ini, Anda akan melunturkan beberapa bagian malam yang ada di kain. Caranya adalah dengan mencelupkan kain pada air mendidih. Setelah lilin malamnya hilang, kain kemudian diangkat dan dijemur kembali sampai kering.

Baca Artikel :   7 Perbedaan Antara Batik Tulis Dengan Batik Cap Yang Perlu Anda Ketahui

10. Ngrentesi

Selanjutnya adalah tahap ngrentesi. Dalam proses pembuatan batik tulis ini, Anda akan menghias lagi batik dengan memberi titik atau garis di sekitar pola.

Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk melakukan ngrentesi. Sehingga semunya dilakukan berdasarkan intuisi artistik saja. Tidak sedikit pula yang melewatkan tahap ini dan langsung selesai ketika sudah nglorod.

11. Nyumri

Sekarang kita masuk ke langkah yang berikutnya yaitu nyumri atau nyumik. Dalam langkah ini, Anda perlu menutup kembali beberapa bagian dari kain yang tidak ingin terkena warna menggunakan malam.

Setelah itu, kain kembali dicelupkan ke cairan pewarna untuk terakhir kalinya, kemudian dijemur sampai kering

12. Nglorod

Langkah terakhir dalam proses membuat batik tulis adalah nglorod lagi. Tetapi dalam tahap kali ini, Anda akan melunturkan seluruh malam di kain batik. Caranya juga sama, yaitu dengan merendam di air mendidih.

Kemudian angkat kain dan jemur hingga kering. Setelah itu, Anda bisa lihat sendiri hasil karya yang sudah selesai

Demikianlah informasi tentang 12 tahap dalam mengapa kain batik memiliki nilai dan harga yang lebih tinggi dibandingkan batik-batik lainnya. Proses pengerjaan satu kain batik membutuhkan kesabaran, ketekunan dan ketelitian dari masing-masing pengrajin batik. Proses pengerjaan yang panjang dan rumit biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

 

Tags: , , , , , , , , ,

Bagikan ke

12 Tahapan Pembuatan Batik Tulis, Ternyata Inilah yang Membuat Harganya Mahal

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

12 Tahapan Pembuatan Batik Tulis, Ternyata Inilah yang Membuat Harganya Mahal

Don`t copy text!

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: