Butuh Bantuan? Customer service Griyatenun.com siap melayani dan membantu Anda.
Beranda » Artikel Terbaru » 5 Ragam dan Makna Motif Kain Lurik Yang Terkandung Dalam Kehidupan Masyarakat

5 Ragam dan Makna Motif Kain Lurik Yang Terkandung Dalam Kehidupan Masyarakat

Diposting pada 17 October 2023 oleh griyatenun | Dilihat: 86 kali

5 Ragam dan Makna Motif Lurik Yang Terkandung Dalam Kehidupan Masyarakat

Ragam Makna Motif Lurik – Kain lurik menjadi salah satu budaya yang masih lestari di Yogyakarta. Bagi warga Yogyakarta dan pelancong yang sering keluar masuk kota ini tentu sudah tidak asing dengan kain lurik.

Selain dipakai oleh abdi dalem, kain lurik juga dipakai oleh masyarakat umum. Kata lurik sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno ‘lorek’ yang berarti lajur, belang atau pun garis.

Kain lurik yang memiliki motif sederhana ini memiliki segudang filosofi yang mengandung harapan, nasihat, bahkan kekuatan spiritual yang masih dipercaya dan menjadi adat dan tradisi.

Nah, bagi anda yang tertarik dengan kain lurik, setidaknya terdapat lima motif kain lurik yang wajib anda ketahui dan beserta dengan makna yang terkandung dalam kehidupan masyarakat.

Makna Motif Lurik

Berikut ini adalah 5 ragam motif kain lurik dan makna dalam kehidupan Simak selengkapnya berikut ini.

1. Motif Telupat

Nama corak kain lurik yang ini juga masih berasal dari bahasa Jawa. Telupat berasal dari kata telu yang artinya tiga dan papat yang berarti empat. Sejalan dengan namanya, kain lurik ini punya corak lajuran yang berjumlah tujuh. Terdiri dari satuan kelompok motif dengan empat lajur dan satuan lainnya berjumlah tiga lajur.

motif ini diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, pendiri dan raja pertama di Kesultanan Yogyakarta yang memimpin pada 1755 sampai 1792. Makna dari kain ini sendiri juga punya kaitan pada kepercayaan masyarakat Jawa.

Baca Artikel :   Perkembangan Kain Lurik Dari Masa Ke Masa

Angka tujuh, gabungan dari lajur tiga dan empat pada motif kain lurik telupat, dianggap melambangkan kehidupan dan kemakmuran. Tak cuma itu, angka tujuh juga diyakini punya arti pitulungan atau pertolongan dari Tuhan.

2. Motif Udan Liris

Udan liris berarti hujan gerimis. Karena hujan mempunyai konotasi mendatangkan kesuburan, maka motif ini merupakan lambang kesuburan dan kesejahteraan.

Oleh sebab itu pula, motif udan liris merupakan salah satu motif yang dipakai penguasa, dengan harapan agar si pemakai diberkati oleh Yang Maha Kuasa membawa kesejahteraan bagi para pengikutnya.

3. Motif Sapit Urang

Kain lurik sapit urang ini memiliki motif garis-garis geometri seperti capit udang. Motif ini melambangkan strategi perang para prajurit kraton. ungkapan simbolis suatu siasat berperang, yaitu dimana musuh dikelilingi atau dikepung dari samping dan kekuatan, komando penyerang berada ditengah-tengah.

Bisa dibilang, kain lurik motif inilah yang banyak populer saat ini, terutama di kawasan Yogyakarta. Sebab selain mudah didapatkan, kain ini juga banyak dikenali karena dipakai sebagai busana prajurit keraton.

4. Motif Kluwung

Kain lurik yang satu ini memiliki motif garis lebar dan hadir dalam beragam warna. Kain lurik dengan motif kluwung ini diyakini bisa menolak bala atau menjauhkan kita dari bahaya dan keburukan.

Biasanya, kain ini digunakan untuk acara seperti mitoni bayi atau tujuh bulanan ibu mengandung. Selain itu, kain lurik kluwung juga dipakai untuk upacara labuhan. Ini merupakan upacara yang dilakukan oleh kerabat keraton yang memiliki harapan untuk mendapat keselamatan.

Tradisi lainnya yang melibatkan kain lurik kluwung ini adalah di momen pernikahan. Biasanya, kain lurik kluwung diletakkan di bawah bantal pengantin dengan harapan pasangan mendapat keselamatan dan kebahagiaan rumah tangga.

Baca Artikel :   5 Tips Memilih Kain Lurik Yang Bagus Agar Tetap Awet dan Tahan Lama

5. Motif Tumbar Pecah

Kain lurik tumbar pecah ini punya motif kotak-kotak kecil. BIasanya terdiri dari dua warna, seperti hitam dan putih atau hitam dan kuning. Lurik yang satu ini dalam adat Jawa biasanya dipakai untuk acara tingkeban atau peringatan tujuh bulanan.

Berbeda dengan lurik kluwung, lurik tumbar pecah memiliki makna lain. Dalam dunia kuliner, ketumbar termasuk bahan masakan yang penting. Ini termasuk bumbu yang mengeluarkan aroma wangi dan sedap saat ditumbuk atau diolah.

Oleh karena itu, kain ini dipakai saat tujuh bulanan dengan harapan anak yang lahir atau siapa pun yang memakai kain motif ini bisa bermanfaat untuk orang banyak dan mengharumkan nama lewat kebaikan.

Bagikan informasi tentang 5 Ragam dan Makna Motif Kain Lurik Yang Terkandung Dalam Kehidupan Masyarakat kepada teman atau kerabat Anda.

5 Ragam dan Makna Motif Kain Lurik Yang Terkandung Dalam Kehidupan Masyarakat | GriyaTenun.com

Belum ada komentar untuk 5 Ragam dan Makna Motif Kain Lurik Yang Terkandung Dalam Kehidupan Masyarakat

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 17%
Kain Tenun Bulu Sutra BST003

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 1.250.000 Rp 1.500.000
Tersedia / BST003
Rp 1.250.000 Rp 1.500.000
Stok: Tersedia
Kode: BST003
OFF 29%
Kain Tenun Blanket Toraja BLKT006

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 125.000 Rp 175.000
Tersedia / BLKT006
Rp 125.000 Rp 175.000
Stok: Tersedia
Kode: BLKT006
OFF 20%
Kain Lurik LR 002

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Kain Lurik LR 002Rp 140.000 Rp 175.000
Tersedia / LR 002
Rp 140.000 Rp 175.000
Stok: Tersedia
Kode: LR 002
OFF 19%
Tas Tangan Tenun Wanita TTW002

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 150.000 Rp 185.000
Tersedia
Rp 150.000 Rp 185.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR
Don`t copy text!