Beranda » Blog » Batik Padang – Sejarah, Keunikan dan Ragam Motif Batik Yang lahir Dari Budaya dan kekayaan alam Bumi Sumatera Barat

Batik Padang – Sejarah, Keunikan dan Ragam Motif Batik Yang lahir Dari Budaya dan kekayaan alam Bumi Sumatera Barat

Diposting pada 23 January 2024 oleh griyatenun / Dilihat: 38 kali

Batik Padang – Sejarah, Keunikan dan Ragam Motif Batik Yang lahir Dari Budaya dan Kekayaan Alam Bumi Sumatera Barat

Mengenal Batik Padang – Padang merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan menu masakan berupa rendang ini memang sudah terkenal seantero nusantara. Selain terkenal akan rendang, Padang juga terkenal dengan kerajinan kain tenunnya.

Namun belakangan batik dan pengerajin batik mulai bermunculan di ranah minang. Padang menjadi salah satu daerah penghasil batik yang memiliki corak khas dan unik.

Motif batik padang provinsi sumatera barat bercirikan kehidupan masyarakat daerah setempat, baik itu dari segi sisi kebudayaan maupun kekayaan alam yang terkandung pada bumi sumatera barat.

Mengenal Batik Padang

Sejarah Batik Padang

Pemakaian batik Sumatra Barat dahulu hanya digunakan untuk acara-acara adat dan biasanya yang memakai batik Padang ini antara lain para pemuka adat seperti Datuak (penghulu atau kepala adat), Bundo Kanduang (pemimpin wanita di Minang), raja-raja kecil di Sungai Pagu, Solok, Jambu Lipo Punjung, Sawah Lunto dan Sijujung.

Pada Umumnya batik Padang ini dipakai sebagai perlengkapan adat bisa berupa selendang atau saluak/peci. Para Datuak memakai selendang dengan melingkarkannya di leher, sedangkan untuk kaum wanita melampirkan selendang itu di bahu dengan ujung kain pertama dililit dua kali di bahu kiri dan ujungnya disampirkan di tangan kanan melalui bagian belakang badan.

Keunikan Batik Padang

Dahulu Batik Padang disebut batik tanah liek, tanah liek merupakan bahasa Minangkabau yang berarti tanah liat. Penamaan tanah liek sendiri tidak terlepas dari penggunaan tanah liat sebagai bahan pewarna batik Padang.

Kain batik polos di rendam di dalam air yang bercampur tanah liat selama kurang lebih 1 minggu dan di beri pewarna lagi yang berasal dari beberapa tumbuhan seperti getah kulit jering atau jengkol, unik kan?.

Namun seiring berjalannya waktu penggunaan tanah liat sebagai bahan pewarna kain batik mulai ditinggalkan dan berganti dengan pewarna batik pada umumnya saat ini begitu juga batik Padang saat ini tidak hanya para pemuka adat saja yang dapat memakai batik Padang tapi semua orang sudah bisa memakainya.

Adapun Ragam Motif yang sering digunakan pada batik padang bercirikan kehidupan masyarakat daerah setempat, baik itu dari segi sisi kebudayaan maupun kekayaan alam yang terkandung pada bumi sumatera barat.

Ragam Motif Batik Padang

1. Motif Batik Tanah Liek atau Tanah Liat
Tanah liek merupakan bahasa minangkabau yang berarti tanah liat. Penamaan tanah liek sendiri tidak terlepas dari penggunaan tanah liat sebagai bahan pewarna batik. Kain batik polos di rendam di dalam air yang bercampur tanah liat selama kurang lebih 1 minggu dan di beri pewarna lagi yang berasal dari beberapa tumbuhan seperti getah kulit jering atau jengkol.

Batik Padang

Adapun beberapa corak atau gambar dari motif batik tanah liat adalah jam gadang, kuda laut dan burung hong atau yang sekarang lebih di kenal dengan sebutan burung Phoenix. Sebagian motif batik sumatera barat juga di pengaruhi oleh kebudayaan cina. Adanya sentuhan budaya cina pada motif batik sumatera barat tak terlepas dari masuknya para pedagang dari negeri china ke minangkabau pada abad ke 16.

2. Motif Batik Keluak Daun Pakis
Motif batik asal sumatera barat yang pertama adalah motif batik Keluak Daun Pakis. Motif keluak daun pakis terinspirasi dari tumbuhan pakis atau paku yang biasa dan mudah di temukan di indonesia terutama di daerah pinggiran sungai.

kaluak daun pakis -Batik Padang

Keluak sendiri merupakan bahasa minang yang berarti meliuk-liuk. Jadi motif batik keluak daun pakis menggambarkan tumbuhan pakis yang meliuk-liuk.

3. Motif Batik Pucuk Rebung
Rebung adalah jenis makanan tradisional yang berasal dari batang bambu yang masih muda. Jenis makanan ini cukup populer di beberapa daerah hingga nama dari rebung juga di jadikan sebagai motif batik.

pucuk rebung padang – batik padang

Bukan hanya di sumatera barat saja, penggunaan pucuk rebung sebagai motif batik juga di gunakan di beberapa provinsi lain seperti riau dan jakarta dengan batik betawinya. Motif pucuk rebung melambangkan kesuburan, kesejahteraan dan tentunya harapan.

4. Motif Batik Rangkiang
Motif batik rangkiang merupakan motif batik minang yang cukup terkenal. Asal nama rangkiang pada motif batik ini diambil dari nama lumbung padi atau tempat penyimpanan padi. Dalam bahasa minang lumbung padi disebut dengan rangkiang.

Pada motif batik sumatera barat, rangkiang memiliki filosofi yang menggambarkan kesejahteraan dan kehidupan. Seperti diketahui bahwa padi merupakan tanaman yang menjadi sumber makanan pokok yang menghidupi masyarakat nusantara.

rangkiang – batik padang

Demikanlah informasi tentang batik padang, sumatra barat. Dalam artikel tersebut kita telah mengulas tentang sejarah batik padang, keunikan batik padang dan ragam motif batik padang. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Bagikan ke

Batik Padang – Sejarah, Keunikan dan Ragam Motif Batik Yang lahir Dari Budaya dan kekayaan alam Bumi Sumatera Barat

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Batik Padang – Sejarah, Keunikan dan Ragam Motif Batik Yang lahir Dari Budaya dan kekayaan alam Bumi Sumatera Barat

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: