Beranda » Blog » Mengenal Batik Pring – Sejarah, Ciri Khas, Ragam Motif Batik Khas Magetan Dengan Motif Bambu yang Melambangkan Persatuan dan Kekuatan

Mengenal Batik Pring – Sejarah, Ciri Khas, Ragam Motif Batik Khas Magetan Dengan Motif Bambu yang Melambangkan Persatuan dan Kekuatan

Diposting pada 21 October 2023 oleh griyatenun / Dilihat: 137 kali

Mengenal Batik Pring – Sejarah, Ciri Khas, Ragam Motif Batik Khas Magetan Dengan Motif Bambu yang Melambangkan Persatuan dan Kekuatan

Mengenal Batik Pring Kota Magetan merupakan salah satu tempat yang paling terkenal dengan pusat kerajinan kain batik tulis yang tidak kalah menariknya dengan wilayah lainnya. Kota Magetan juga mempunyai potensi pembuatan kain batik tulis sebagai bagian dari ciri khas Kabupaten Magetan yang dikerjakan oleh masyarakat asli kota Magetan.

Masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan istilah Batik Sidomukti Magetan atau Batik Pring. Karena memang motif batik magetan yang satu ini menggunakan motif bambu yang biasa dalam bahasa Jawa diistilahkan dengan sebutan pring.

Batik Pring adalah batik khas daerah Magetan yang berasal dari Dusun Papringan, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan. Desa tersebut berada di lereng Gunung Lawu yang terkenal ditumbuhi banyak pohon bambu.

Saat ini batik Pring menjadi ikon atau simbol dari Kabupaten Magelang. Motif batik ini digunakan sebagai seragam pegawai negeri sipil Magetan yang dipakai di hari tertentu. Tuntutan zaman juga membuat para pengrajin batik memodifikasi motif batik ini dengan beragam corak modern seperti cendrawasih atau bunga.

Batik magetan

Sejarah Batik Magetan

Sekitar tahun 1970-an, Batik Pring sudah ada sejak awal masa perkembangan agama Islam di Indonesia. Ketika itu, banyak prajurit Mataram yang kalah di peperangan sehingga mencari tempat yang aman. Mereka pun akhirnya lari ke daerah timur Gunung Lawu di Sidomukti.

Di daerah tersebut, para prajurit Mataram yang mencari suaka turut mengenalkan budaya batik dan keahlian pada penduduk asli Dusun Papringan. Dalam bahasa Jawa Papringan artinya tempat tumbuh pohon pring atau bambu.

Inspirasi dari batik Pring sendiri berasal dari lingkungan sekitar yang dipenuhi pohon bambu. Oleh karena itu, motif yang paling menonjol dari batik ini adalah gambar rumpun bambunya.

Keahlian membatik tersebut diturunkan turun temurun sehingga batik Pring Sedapur dikenal hingga saat ini. Seiring perkembangan zaman, pengrajin batik ini tak hanya berasal dari Dusun Papringan saja melainkan juga dusun-dusun lain di Sidomukti.

Kampung pengrajin batik di Magetan ini masih bisa dikunjungi hingga sekarang. Apabila Parents berada di kota Magetan, diperlukan waktu sekitar 1 jam untuk dapat mencapai perkampungan tersebut. Dari pertigaan Pasar Plaosan terus menuju ke arah kiri dan atas.Parents akan menemui pintu masuk desa Sidomukti dan sekitar 30 meter dari sana kampung pengrajin batik berada.

Motif Batik Magetan

Ciri khas dari motif batik Pring adalah gambar rumpun bambu tegak yang di bagian atasnya terdapat gambar bulan. Akan tetapi ada juga yang motif batiknya tanpa ada gambar bulan pada bagian atas gambar rumpun bambu tersebut.

Motif Batik Magetan memiliki suatu karakter yang cukup kuat, yang dicirikan dengan bebas, dengan kombinasi warna yang relatif berani (merah, hijau muda, dan kuning).

Untuk membuat batik tulis ini, membutuhkan waktu pengerjaan antara 3 sampai dengan 7 hari untuk menyelesaikan sebuah motif batik saja. Para pengrajin batik tulis banyak melakukan memodifikasi terhadap motif batik Pring Sedapur dengan mengkombinasi motif batik lain yang sedang tren dipasaran.

Batik Magetan

Makna dari Batik Magetan

Motif batik Pring sendiri memiliki makna filosofis yang cukup mendalam. Objek utamanya yaitu tanaman bambu adalah jenis tanaman yang tumbuh secara bergerombol, dan melambangkan persatuan atau kekuatan.

Tanaman Bambu juga dapat dikumpulkan menjadi satu, dirangkai menjadi tali yang erat dan kuat. Hal ini mengajarkan bahwa manusia tak bisa hidup sendiri sehingga kerukunan dan kebersamaan harus selalu dijaga. Bak peribahasa, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Bambu juga kerap digunakan sebagai alat untuk berperang pada zaman dahulu. Para pahlawan melawan penjajah dengan menggunakan senjata berupa bambu runcing. Oleh karena itu, batik dengan motif bambu ini juga memiliki nilai-nilai filosofis perjuangan para leluhur kita.

Batik Pring Sedapur merupakan salah satu dari motif batik khas Sidomukti. Batik Sidomukti sendiri memiliki filosofi yang diambil dari namanya, yaitu ‘Sido’ yang mempunya makna ‘mau’, dan ‘mukti’ yang artinya mulia dan sejahtera.

Oleh karena itu, motif batik Sidomukti memiliki harapan agar pemakainya dapat menjadi seseorang yang mulia, sejahtera, serta harapan agar keinginannya dapat terwujud.

warna-warna batik dari Sidomukti dan Magetan ini sangat unik dan karakternya kuat. Hal ini terlihat dari ciri khas kombinasi warna batik tersebut yang relatif berani dan mencolok seperti merah, hijau, dan kuning.

Demikianlah informasi tentang batik magetan, Dalam artikel tersebut kita telah membahasa tentang apa itu batik khas magetan, sejarah batik magetan, motif batik magetan dan makna yang terkandung dalam motif magetan. Semoga bermanfaat.

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bagikan ke

Mengenal Batik Pring – Sejarah, Ciri Khas, Ragam Motif Batik Khas Magetan Dengan Motif Bambu yang Melambangkan Persatuan dan Kekuatan

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Mengenal Batik Pring – Sejarah, Ciri Khas, Ragam Motif Batik Khas Magetan Dengan Motif Bambu yang Melambangkan Persatuan dan Kekuatan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: