Butuh Bantuan? Customer service Griyatenun.com siap melayani dan membantu Anda.
Beranda » Artikel Terbaru » Mengenal Batik Sasirangan – Sejarah dan Keunikan Batik Sasirangan, Batik Khas Kalimantan Selatan yang Dipercaya Sebagai Alat Penyembuhan Berbagai Penyakit

Mengenal Batik Sasirangan – Sejarah dan Keunikan Batik Sasirangan, Batik Khas Kalimantan Selatan yang Dipercaya Sebagai Alat Penyembuhan Berbagai Penyakit

Diposting pada 9 August 2023 oleh griyatenun | Dilihat: 133 kali

Mengenal Batik Sasirangan – Sejarah dan Keunikan Batik Khas Kalimantan Selatan yang Dipercaya Sebagai Alat Penyembuhan Berbagai Penyakit

Mengenal Batik Sasirangan – Sasirangan adalah jenis kain khas yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan. Batik Sasirangan merupakan sebuah batik yang dibuat di atas kain tenun yang digunakan sebagai pakaian adat untuk digunakan dalam kegiatan upacara adat yang berlaku di suku banjar.

Batik ini dianggap sebagai kerajinan kain tenun yang khas dari suku Banjar, tepatnya berada di Kampung Sasirangan, Kalimantan Selatan.

Keunikan dari batik sasirangan ini nampak pada ragam motif yang ada dalam kainnya yang bervariasi.

Nama “Sasirangan” itu sendiri diambil dari kata “sirang” yang menurut literasi bahasa setempat berarti dijahit atau diikat menggunakan tangan serta ditaring benangnya atau dalam istilah lain disebut dijelujur.

Mengenal Batik Sasirangan

Sejarah Batik Sasirangan

Berdasarkan dari sejarah yang berkembang, batik sasirangan muncul sekitar abad ke 12 hingga abad ke 14 Masehi, tepatnya pada masa pemerintahan Kerajaan Dipa yang terlatak di Kalimantan Selatan.

Batik ini kala itu dikenal dengan nama Kain Calapan, yang mana sekarang dikenal sebagai Batik Sasirangan.

Batik ini dibuat pertama kali oleh Patih Lambung Mangkurat yang berawal dari kisahnya yang melakukan semedi 40 hari 40 malam di atas sebuah rakit balarut banyu.

Kala itu, menjelang semedinya berakhir, rakit dari Patih Lambung Mangkurat tiba di suatu wilayah rantau Kota Bagantung, yang mana beliau menjumpai buih yang diiringi dengan suara merdu seorang wanita yaitu Putri Junjung Buih.

Baca Artikel :   6 Ragam Motif Batik Sasirangan Yang Syarat Akan Makna Spiritual Dalam Kehidupan Masyarakat Banjarmasin

Namun, sang Putri baru akan muncul ke permukaan apabila syarat yang dimintanya terpenuhi, yaitu dibuatkan sebuah Istana Batung yang bisa diselesaikan dalam waktu sehari serta dibuatkan kain yang bisa selesai dalam sehari.

Tak hanya itu, kain tersebut harus ditenun dan dicalap (proses pewarnaan) dengan menggunakan motif wadi atau padiwaringin oleh 40 orang putri. Semenjak saat itu, kain tersebut dinamakan kain sasirangan.

Ciri Khas Batik Sasirangan

Batik asli dari Banjarmasin ini dikenal dengan memiliki warna-warna yang cerah mencolok serta adanya pola-pola geometris yang khas.

Motif yang ada dalam batik tersebut diantaranya yaitu bintang, burung, serta geometri abstrak.

Sedangkan untuk warna yang sering digunakan dalam batik sasirangan yaitu merah, kuning, biru, serta hijau, yang mana warna tersebut mampu menciptakan suasana yang harmoni dan kontras yang memukau.

Ragam Motif Batik Sasirangan

Motif kain sasirangan menggunakan bentuk jelujur atau garis-garis vertikal dari atas ke bawah yang memanjang. Benda-benda alam di Kalimantan Selatan menjadi landasan gambar motif. Kain sasirangan terbagi menjadi tiga jenis motif utama, yaitu motif lajur, motif ceplok, dan motif variasi.

Motif lajur menggunakan garis tegak lurus dan garis lengkung yang memanjang. Motif ceplok adalah motif tunggal yang berbentuk garis tegak lurus.

Sedangkan motif variasi adalah motif tambahan untuk menghiasi motif ceplok atau motif lajur. Tiap motif dapat dipakai oleh seluruh masyarakat tanpa ada pembedaan dan pelanggaran terhadap adat istiadat Suku Banjar.

Adapun motif tradisional sasirangan antara lain motif Kulat Karikit, Gigi haruan, Hiris Pudak, Naga Belimbur, Ular Lidi, bayam Raja, Bintang Bahambur, Tampuk Manggis, Kambang Sakaki, Daun Jeruju, Kambang Kacang, Kangkung Kaombakan, Hiris gagatas, Turun Dayang dan Ombak Sinampur karang.

Baca Artikel :   6 Ragam Motif Batik Sasirangan Yang Syarat Akan Makna Spiritual Dalam Kehidupan Masyarakat Banjarmasin

Pemanfaatan Batik Sasirangan

Masyarakat Kalimantan Selatan awalnya mempercayai bahwa kain sasirangan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kain sasirangan yang berwarna kuning dengan pingiran hijau dan bermotif ketupat merah menjadi penyembuh yang utama.

Warna kuning merupakan persimbolan untuk dewa Wisnu, Kresna dan Ganesa dalam agama Hindu. Selain itu, warna kuning juga menjadi simbol kekeramatan dan penangkal dari roh jahat.

Sebelum digunakan, kain sasirangan diasapi dengan dupa dan dibacakan salawat tiap malam Senin dan Jumat. Kain sasirangan kemudian dipakaikan ke orang yang sakit sebagai sarung, ikat pinggang atau ikat kepala.

Sebagai sarung, kain sasirangan dipercaya mengobati penyakit demam atau gatal-gatal. Sebagai ikat pinggang, kain sasirangan dapat menyembuhkan berbagai penyakit perut. Sedangkan penggunaan sasirangan sebagai ikat kepala diyakini dapat menyembuhkan sakit kepala.

Pada awalnya, penggunaan kain sasirangan sebagai alat terapi sangat terbatas, karena pembuatnya juga terbatas. Keterampilan membuat sasirangan hanya diajarkan secara turun temurun dan memerlukan ritual khusus yang rumit.

Para pengrajin harus menyiapkan sesajen berupa kue khas Banjar, segelas kopi manis dan kopi pahit. Sesajian ini harus diletakkan dekat dengan perapian bertabur dupa yang harum. Setelahnya diadakan pembacaan doa dan sesajen dimakan bersama oleh para pengrajin. Pembuatan sasirangan dilakukan setelah ritual selesai.

Warna dari kain sasirangan yang dibuat menentukan jenis khasiat pengobatannya. Warna yang umum ditemukan yaitu warna kuning, merah, hijau, hitam, ungu, dan cokelat.

Kain sasirangan yang berwarna kuning digunakan untuk mengobati penyakit kuning. Kain sasirangan yang berwarna merah untuk mengobati penyakit sakit kepala dan sulit tidur.

Kain sasirangan yang berwarna hijau untuk mengobati kelumpuhan. Kain sasirangan yang berwarna hitam untuk mengobati penyakit demam dan kulit gatal-gatal.

Baca Artikel :   6 Ragam Motif Batik Sasirangan Yang Syarat Akan Makna Spiritual Dalam Kehidupan Masyarakat Banjarmasin

Kain sasirangan yang berwarna ungu untuk mengobati sakit perut. Sedangkan kain sasirangan yang berwarna cokelat untuk mengobati penyakit stres.

Demikianlah Informasi tentang batik sasirangan, Batik dari Banjarmasin yang Dipakai untuk Alat Penyembuhan. Batik Sasirangan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang unik dan indah.

Keindahan pola, warna, dan makna simbolis dalam Batik Sasirangan mencerminkan kekayaan budaya Kalimantan Selatan.

Bagikan informasi tentang Mengenal Batik Sasirangan – Sejarah dan Keunikan Batik Sasirangan, Batik Khas Kalimantan Selatan yang Dipercaya Sebagai Alat Penyembuhan Berbagai Penyakit kepada teman atau kerabat Anda.

Mengenal Batik Sasirangan – Sejarah dan Keunikan Batik Sasirangan, Batik Khas Kalimantan Selatan yang Dipercaya Sebagai Alat Penyembuhan Berbagai Penyakit | GriyaTenun.com

Belum ada komentar untuk Mengenal Batik Sasirangan – Sejarah dan Keunikan Batik Sasirangan, Batik Khas Kalimantan Selatan yang Dipercaya Sebagai Alat Penyembuhan Berbagai Penyakit

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 26%
Kain Tenun ReMoven RMN001

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 145.000 Rp 195.000
Tersedia / RMN001
Rp 145.000 Rp 195.000
Stok: Tersedia
Kode: RMN001
OFF 19%
Tas Tangan Tenun Wanita TTW004

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 150.000 Rp 186.000
Tersedia
Rp 150.000 Rp 186.000
Stok: Tersedia
OFF 24%
Kain Tenun Bulu Sutra BST004

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 950.000 Rp 1.250.000
Tersedia / BST004
Rp 950.000 Rp 1.250.000
Stok: Tersedia
Kode: BST004
OFF 20%
Ikat Kepala Tenun – IKT 004

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 20.000 Rp 25.000
Tersedia
Rp 20.000 Rp 25.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR
Don`t copy text!