Beranda » Blog » Mengenal Motif Batik Kawung – Sejarah, Karakteristik, Filosofi, Makna, dan Penjelasannya

Mengenal Motif Batik Kawung – Sejarah, Karakteristik, Filosofi, Makna, dan Penjelasannya

Diposting pada 3 October 2023 oleh griyatenun / Dilihat: 120 kali

Mengenal Motif Batik Kawung – Sejarah, Karakteristik, Filosofi, Makna, dan Penjelasannya

Mangenal Batik Kawung – Motif Batik Kawung merupakan salah satu motif batik tertua di Indonesia. Motif batik Kawung sendiri yang berasal dari kota Jogja dan merupakan motif batik di Indonesia yang paling terkenal dari Jogja.

Dari motifnya, batik Kawung memiliki memiliki nilai filosofis yang tinggi yakni melambangkan kesempurnaan, kemurnian dan kesucian. Tidak hanya diaplikasikan pakaian atau kain saja, tapi juga dapat dijadikan sebagai ornamen pada berbagai benda, seperti pada sarung bantal sofa, lukisan bahkan dekorasi bangunan.

Batik kuwung

Sejarah Motif Batik Kawung

Berdasarkan sejarah, batik kawung dahulu diciptakan oleh salah satu raja dari kerajaan Mataram. Namun batik ini mulai dikenal pada abad ke-13. Sebelum diaplikasikan pada kain, motif kawung digunakan pada hiasan dinding seperti yang terlihat pada beberapa relief di Candi Prambanan.

Dari sumber lain menyebutkan bila batik motif kawung diciptakan oleh seorang ibu dari pemuda yang sangat pintar, berbakat, dan berwibawa. Dengan kemampuannya yang terkenal, kemudian pemuda ini dipanggil oleh pihak kerajaan. Kemudian ibunya membuat batik motif kawung untuk dikenakan sang anak saat pergi ke kerajaan.

Motif kawung menjadi harapan agar pemuda tersebut tidak lupa asalnya, berguna bagi masyarakat, dan bisa menjaga nafsu dengan baik. kemudian pemuda tersebut diangkat sebagai adipati dan mengenakan kain batik kawung tersebut.

Motif kawung terinspirasi dari kumbang dengan nama latin Oryctes Rhinoceros atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan kumbang kwangwung. Namun dalam arti lain, kata karung merupakan buah aren atau kolang kaling yang berwarna putih namun bagian dalamnya ada buah yang keras. Hal ini bermakna bila perbuatan baik tidak perlu terlihat dari luar.

Filosofi Makna Motif Batik Kawung

Pola batik kawung menyerupai buah kolang-kaling atau kopi yang tersusun rapi. Pola dan susunan tersebut mempunyai makna dan filosofi yang mendalam. Dari semua jenis batik, motif kawung mempunyai filosofi yang sacral dan suci.

Batik ini menjadi lambang dan harapan bagi mereka yang mengenakannya agar selalu ingat denga nasal. Motif batik kawung mencerminkan kemurnian, kesucian, dan kesempurnaan. Selain itu, orang yang mengenakan motif kawung diharapkan menjadi sosok yang ideal dan unggul.

Makna lain motif kawung adalah persatuan yang merupakan gambaran dari empat pola yang menyatu. Dalam adat Jawa, ada ungkapan papat madhep limo pancer yang berarti empat titik yang saling berhadapan dengan titik kelima sebagai pusat. Makna dari pola ini adalah lima titik yang bersatu dan menciptakan kekuatan semesta.

Dalam pewayangan, motif kawung hanya digunakan oleh karakter besar seperti Gareng, Semar, Petruk, dan Bagong. Hal ini menandakan bila hanya orang-orang yang berakhlak bijaksana yang mengenakan motif kawung. Tidak hanya itu, di kesultanan Yogyakarta dan Surakarta, motif kawung hanya digunakan oleh kerabat kerajaan dan juga abdi dalem. Namun seiring waktu kini batik kawung sudah dikenakan oleh masyarakat luas.

Ragam Motif Batik Kawung

Biasanya motif batik Kawung diberi nama berdasarkan besar-kecilnya bentuk bulat-lonjong yang terdapat dalam suatu motif tertentu dan/atau kombinasi dengan motif batik lain.

Jenis batik kawung Berdasarkan Ukuran

Batik kawung terdiri dari beberapa jenis, salah satunya dibedakan berdasarkan ukurannya. Ukuran yang dimaksud adalah ukuran bulatannya. Berikut ini beberapa jenis batik kawung berdasarkan ukuran.

1. Batik kawung kemplong
Batik kawung kemplong mempunyai motif bulatan yang paling besar diantara motif kawung lainnya.

2. Batik kawung bribil
Batik kawung bribil mempunyai ukuran bulatan yang sedikit lebih besar. Motif kawungnya terinspirasi dari uang 25 sen pada masa penjajahan Belanda sehingga ukurannya sedikit lebih besar.

3. Batik kawung sen
Sesuai namanya, motif kawung sen diambil dari uang satu sen. Namun motifnya dibuat sedikit lonjong.

4. Batik kawung picis
Motif kawung picis terinspirasi dari uang 10 sen sehingga ukurannya lebih kecil. Motif ini cukup unik karena tersusun dari bulatan dengan ukuran kecil.

Jenis Batik Kawung Berdasarkan Desain

Selain dari ukuran bulatan, batik kawung juga dibedakan berdasarkan desainnya. Berikut ini beberapa jenis motif batik kawung berdasarkan desain.

1. Batik kawung beton
Nama beton pada batik ini bukanlah beton konstruksi namun biji buah nangka. Dalam bahasa Jawa, buah nangka dikenal dengan nama beton. Motif batik ini merupakan empat bulatan dengan dua titik segi empat yang dibatasi dengan garis silang.

2. Batik kawung kopi
Seperti namanya, motif kawung kopi menyerupai bentuk kopi dengan ornament bulatan lonjong sebagai elemen utama. Pola tersebut dilengkapi dengan garis membelah pada bagian tengahnya sehingga menyerupai bentuk kopi. Motif kawung kopi juga dikenal dengan motif kawung sari.

3. Batik kawung geger
Batik kawung geger mempunyai ukuran besar yang dilengkapi dengan motif kawung kecil pada bagian dalamnya. Motif batik ini merupakan yang paling sakral sehingga hanya diperuntukkan bagi raja dan kerabatnya saja.

4. Batik kawung sekar ageng
Motif kawung sekar ageng ini berbentuk empat bulatan lonjong yang mengalami perubahan sehingga membentuk bujur sangkar. Setiap ornament utama dilengkapi dengan tiga buah garis dengan tiga titik. Dalam dunia perbatikan, motif kawung sekar ageng ini juga dikenal dengan cecek sawut yang artinya tiga garis atau sawut dan tiga titik atau cecek.

5. Batik kawung semar
Motif kawung semar ini mirip dengan kawung beton yang dipadukan dengan ornamen bulatan lonjong dengan ukuran yang lebih kecil di bagian dalam.

Jenis Batik Kawung Perpaduan

Motif batik perpaduan menggunakan pola motif kawung sebagai dasarnya namun dipadukan dengan motif lain seperti kembang. Motif kawung lainnya adalah motif kawung seling dan kawung buntal.

1. Batik Kawung Kembang
Motif ini berbentuk empat bulatan lonjong menyerupai bunga (kembang). Motif ini terdiri dari warna putih kekuningan sebagai warna utama pola, hitam sebagai warna latar, dan merah soga sebagai pewarna kontur.

2. Batik Kawung Seling
Batik ini memiliki motif yang mirip dengan batik motif Kembang. Warna dari motif ini dibuat lebih mencolok. Pola terdiri dari bentuk garis dan diletakkan bentuk kembang pada garisnya. Warna putih menjadi warna pola utama dalam motif ini, warna hitam untuk warna bunga, dan merah soga untuk warna latar.

3. Batik Kawung Buntal
Motif ini adalah bentuk perpaduan dari motif picis dengan motif bunga kenikir. Motif Kawung ini terdiri dari warna merah soga sebagai warna latar dan putih kekuningan sebagai warna kawung Masyarakat Jawa mengartikan ‘buntal’ sebagai salah satu bunga yang dapat digunakan sebagai sarana tolak-bala.

Demikian pembahasan singkat tentang tentang motif, asal, dan makna dari batik asli Yogyakarta ini. Pada awalnya, batik ini memang hanya untuk kalangan kerajaan, tapi sekarang kita dapat memakainya dengan bebas. Jika bukan kalian Anak Nusantara yang bangga dan melestarikan batik. Semoga bermanfaat.

Tags: , , , , , , ,

Bagikan ke

Mengenal Motif Batik Kawung – Sejarah, Karakteristik, Filosofi, Makna, dan Penjelasannya

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Mengenal Motif Batik Kawung – Sejarah, Karakteristik, Filosofi, Makna, dan Penjelasannya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: